Cina: Strategi Zero Case Wabah anak sekolah

Cina: Strategi Zero Case Wabah anak sekolah

Penulis Dr. Sudjoko Kuswadji, MSc., Sp.OK., PPK

Indo Medika International, Jakarta- Strategi penanganan Covid-19 di banyak negara di dunia berbeda-beda. Singapura dan Australia ingin hidup berdampingan dengan virus SARS COV 2. Sementara Cina secara ketat harus Zero Case. Karena itu Cina temui banyak kesulitan ketika hadapi wabah di sekolah dasar Putou Putian prov Fujian.

Wabah Sekolah di Putian dengan penduduk 3 juta, dalam 3 hari penularan 90 orang, tak ada penularan antar propinsi. Penularan pertama pada murid yang belum divaksinasi, Penularan diperkirakan akan cepat dan akan sulit jika mengenai orang tua mereka, yang banyak Comorbid. Hingga banyak yang belum divaksin.

Sejak awal Cina berusaha menekan kasus dengan cara testing surveillance, lock down dan tracing. Sumber penularan diperkirakan adalah ayah seorang siswa yang baru pulang dari Singapura pada bulan Agustus, Ketika ditest bulan September positif sesudah dikarantina, selama 14 hari ditambah 7 hari.

Kebanyakan penularan berasal dari luar negeri, penularan lokal sedikit sekali. Cluster sekolah ini pertama di Cina. Karena itu mereka selalu curigai kasus impor.

Sejak 10 September selama 3 hari berjumlah 96 orang, 79 di Putian, 10 di Xiamen dan 7 di Quanzhou.

Biang penularan Putian berasal dari dua sumber Sekolah Dasar PUtOU dan pabrik sepatu Xiesheng. Total Infeksi sekolah bertambah 15 dan 10 infeksi Iain dari pabrik sepatu. Testing asam nukleat dilakukan pada penduduk 900 000 orang.

Murid usia 12-17 di Putian sudah divaksinasi, namun antara 3 dan 1 1 belum. Usila juga banyak belum divaksinasi karena Co morbid. BGI Group bisa membuat test asam nukleat yang bisa bedakan antara Delta Alfa dan Lamda.

Kembali dari Singapura selama dikarantina, beberapa kali di test. Selalu negatif. Ketika ada gejala baru tesnya positif. Anaknya usia 12 dan kawannya merupakan pasien murid pertama terkena Covid sejak sekolah baru mulai dibuka. Varian Delta menyerang anak sekolah ini sampai 36 anak. Penularan ini adalah yang terbesar sejak awal pandemic.

Konsep China zero case mengandalkan testing masal dan lock down.

Orang tua siswa Lin, 10 September , 38 hari pulang dari Singapura sejak 4 Agust , dilakukan pemeriksaan 9 kali tapi semuanya negative. Pulan ke rumah sesudah karantina tgl 26 Agust. Anaknya mulai semester baru 1 Sepe Penularan sudah terjadi di sekolah sebelum ditetapkan pada 10 September.

Dari Singapura tiba di Xianmen, 4 Agustus wajib karantina 14 hari, harus karantina lagi 7 hari di Xianyou. Testnya negative terus. Sesudah 37 hari baru positif.

Australia dan Singapura belajar hidup bersama virus. Cina kokoh bertahan Zero Case, banyak kesulitan. Kita tunggu bagaimana cara mereka hadapi masalah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *