LONJAKAN COVID-19 DI INDONESIA

LONJAKAN COVID-19 DI INDONESIA

Ditulis oleh Fikri Zulfikri.

Lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah titik di Indonesia pasca lebaran idulfitri 1442 Hijriah. Lonjakan kasus itu terutama terjadi di Pulau Jawa yang menjadi daerah tujuan mudik. Selain itu, peningkatan juga terjadi di di daerah-daerah tujuan rantau seperti DKI Jakarta.

Akibat lonjakan kasus ini, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 pun menjadi sangat penuh, bahkan tak sedikit pula rumah sakit yang menambah jumlah tempat tidurnya.

Dapat diketahui, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet menambah kapasitas tempat tidur menjadi 7.394 dari 5.994 akibat tingginya penularan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pemprov DKI Jakarta juga menambah 2.500 tempat tidur di Rumah Susun Nagrak, Jakarta Utara untuk mengantisipasi lonjakan pasien rawat inap di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Dapat diketahui, update terakhir (23 Juni 2021) kasus Covid-19 di Indonesia menginjak angka positif sebanyak 2.033.421, sembuh 1.817.303 dan meninggal 55.594. (Sumber: covid19.go.id)

Kasus lonjakan Covid-19 di DKI Jakarta mencapai rekor tertinggi, sebanyak 5.014 kasus, bahkan angka ini memecahkan rekor kasus harian selama pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Menurut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ini adalah kesalahan kita bersama, pasalnya pemerintah sudah habis-habisan meminta agar masyarakat stay at home dan tidak melakukan mudik tapi kemarin masyarakat ramai-ramai melanggar untuk melakukan mudik.

Akibat lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang sangat tinggi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan, kegiatan di Ibu Kota harus sesuai dengan aturan PPKM Mikro, dimana semua kegiatan di DKI Jakarta harus ditutup pada pukul 20.00 WIB dan Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan akan menutup kembali beberapa sektor pariwisata terkait PPKM Mikro, mulai dari tanggal 22 Juni 2021 hingga 05 Juli 2021. Sejumlah sektor usaha pariwisata harus menutup usaha seperti, bioskop, tempat gym, salon, tempat ibadah dan tempat wisata lainnya, sedangkan untuk area perkantoran wajib menerapkan sistem WFH (Work From Home) sebesar 75 persen dan WFO (Work From Office) 25 persen.

Dengan kasus lonjakan yang sangat besar, maka dari itu mari kita bersama-sama untuk mengikuti aturan yang diberikan oleh pemerintah demi kebaikan kita bersama, dengan cara tetap dirumah saja dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *