ARTI LOGO DAN TUJUAN PENERAPAN K3

ARTI LOGO DAN TUJUAN PENERAPAN K3

ARTI LOGO DAN TUJUAN PENERAPAN K3

Bentuk Lambang:

Palang:

Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK)

Roda Gigi:

Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani

Warna Putih:

Berarti bersih dan suci.

Warna Hijau:

Selamat sehat dan sejahtera

Sebelas roda gigi:

Sebelas bab dalam undang-undang No.1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

 

Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja  di dasari atas 3 pendekatan yaitu :

Pendekatan Filosofi :

keselamatan dan kesehatan kerja ( K3) merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah atau rokhaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur.

Pendekatan Ilmiah :

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan  suatu bidang keilmuan dimana kajian – kajiannya  tidak hanya terbatas pada ilmu kesehatan dan keselamatan namun juga melakukan pengkajian terhadap  ilmu – ilmu lain seperti : Higine industri, ergonomi, human faktor, epidomologi, statistik, kedokteran, rekayasa , kimia, toksikologi, manajemen, hukum, sosial , perilaku dan lain – lain.

Pendekatan Praktis :

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan kajian – kajian praktis yang membahas mengenai  upaya – upaya yang ditempuh untuk melakukan pencegahan atau memperkecil timbulnya bahaya – bahaya (Hazard) dan resiko (Risk) terjadinya penyakit dan juga kecelakaan.

Tujuan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

Sebagaimana  dinyatakan dalam pengertian K3 secara filosofi bahwa K3 ditujukan untuk menjamin kesempurnaan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya. Oleh karena itu K3 yang memiliki tujuan untuk mencegah dan meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan menjamin :

  1. Tenaga kerja dan orang disekitarnya yang berada di tempat kerja mendapatkan jaminan perlindungan terhadap keselamatannya sehingga merasa nyaman dalam bekerja.
  2. Setiap sumber produksi yang digunakan dalam kegiatan operasinya dapat dipakai dan dipergunakan secara efektif dan efisien.
  3. Resiko dapat di minimalisir sehingga proses kegiatan operasional atau produksinya dapat berjalan lancar.Sumber: Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (No: KEP.1135/MEN/1987) Tentang Bendera Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *